Di tengah arus informasi yang rentan terhadap penyebaran ideologi radikal dan ekstrem, lembaga pendidikan tinggi Islam (PTAI) memiliki tanggung jawab moral dan kebangsaan yang besar. STAI Al-Azhar Pekanbaru memposisikan diri sebagai Benteng Pencerahan, berkomitmen penuh untuk menginternalisasi dan menyebarkan ajaran Islam Wasathiyyah (Islam Moderat).
Tujuan kami adalah mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki pemahaman kebangsaan yang kuat, menjunjung tinggi toleransi, dan mampu menjadi agen perdamaian di Riau.
1. Wasathiyyah sebagai Inti Kurikulum
Moderasi Beragama di STAI Al-Azhar bukanlah mata kuliah tambahan, melainkan jiwa yang terintegrasi dalam seluruh program studi:
- Tafsir Kontekstual: Mahasiswa diajarkan untuk menafsirkan ayat-ayat jihad, qital, dan muamalah dengan pendekatan yang kontekstual dan komprehensif, menolak penafsiran yang kaku (tekstualis) dan mudah menyalahkan (takfiri).
- Sejarah Peradaban Islam: Mempelajari bagaimana Islam menyebar di Indonesia secara damai (akulturasi), menekankan bahwa toleransi dan harmoni adalah ciri khas keislaman di Nusantara.
- Fikih Kontemporer: Menganalisis isu-isu modern dengan metodologi ushul fiqh yang moderat, menghasilkan pandangan hukum yang adaptif, menghargai perbedaan (khilafiyah), dan mengedepankan kemaslahatan umat (maslahah mursalah).
2. Peran Mahasiswa dalam Pengabdian Anti-Radikalisme
Mahasiswa STAI Al-Azhar didorong untuk menjadi agen moderasi di lingkungan mereka, termasuk di media sosial:
- Penyuluh dan Da’i Moderat: Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan dakwah, mahasiswa dilatih menyampaikan pesan-pesan agama yang menyejukkan, menolak ujaran kebencian, dan mendorong dialog antar-umat beragama.
- Literasi Media Digital: Membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk mengidentifikasi dan melawan penyebaran konten radikal atau hoax keagamaan di dunia maya.
3. Komitmen Kebangsaan (Hubbul Wathan)
STAI Al-Azhar menegaskan bahwa keimanan dan kecintaan pada tanah air adalah dua hal yang tidak terpisahkan.
- Menjaga Konsensus Nasional: Menguatkan pemahaman bahwa Pancasila, UUD 1945, dan kebinekaan adalah konsensus final bangsa Indonesia yang sejalan dengan ajaran Islam.
- Sinergi Kelembagaan: Kampus aktif bekerja sama dengan TNI/Polri, Kemenag, dan tokoh masyarakat untuk menyelenggarakan seminar kebangsaan dan deradikalisasi.
Dengan bekal ilmu yang mendalam dan komitmen kebangsaan yang kuat, lulusan STAI Al-Azhar Pekanbaru siap menjadi benteng pertahanan ideologi, memastikan bahwa Islam yang berkembang di Riau adalah Islam yang rahmatan lil alamin (rahmat bagi semesta alam).

Leave a Reply