Riau dikenal dengan semboyan “Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah”, sebuah ungkapan yang menegaskan bahwa nilai-nilai budaya Melayu dan ajaran Islam adalah dua pilar yang saling menopang. Sebagai institusi pendidikan Islam di Pekanbaru, STAI Al-Azhar Pekanbaru memiliki tanggung jawab besar untuk tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga melestarikan dan mengintegrasikan Kearifan Lokal Melayu ke dalam jiwa setiap lulusan.
Kami berkomitmen mencetak sarjana yang Berakar Budaya dan Berakhlak Mulia, menjadikan Tunjuk Ajar Melayu sebagai filter etika dalam kehidupan sosial dan profesional.
1. Melestarikan Nilai Tunjuk Ajar dalam Kurikulum
Tunjuk Ajar Melayu mengandung norma-norma luhur yang sangat selaras dengan akhlakul karimah (akhlak mulia) dalam Islam. Kami mengintegrasikan nilai-nilai ini melalui:
- Sastra dan Budaya dalam PAI: Mahasiswa PAI (Pendidikan Agama Islam) dan MPI (Manajemen Pendidikan Islam) diajarkan menganalisis pantun, petuah, dan ungkapan Melayu yang mengajarkan kejujuran, kerendahan hati, dan rasa malu (malu menjadi benteng iman).
- Etika Profesional Berbasis Budaya: Dalam studi Manajemen Pendidikan, mahasiswa dilatih menerapkan etika kepemimpinan yang santun, bermusyawarah (berunding), dan menghargai orang tua dan guru (petua), yang merupakan inti dari budaya Melayu.
- Peran di Komunitas: Mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan adat, seperti upacara adat atau majelis budaya, agar mereka menjadi agen pelestari budaya di daerahnya.
2. Bahasa Melayu Riau sebagai Identitas Keilmuan
Penguasaan Bahasa Melayu Riau, sebagai cikal bakal Bahasa Indonesia, adalah aspek penting dalam menjaga identitas. Kami mendorong:
- Penelitian Berbasis Lokal: Mendorong mahasiswa melakukan penelitian skripsi yang mengangkat isu-isu keislaman dalam konteks budaya dan sosial Melayu Riau (misalnya, peran Tuk Khatib dalam pernikahan, atau wakaf dalam tradisi Melayu).
- Dakwah dan Komunikasi yang Khas: Melatih lulusan untuk menyampaikan pesan-pesan dakwah menggunakan bahasa dan idiom Melayu yang santun, sehingga pesan agama tersampaikan dengan lebih efektif dan diterima oleh masyarakat lokal.
3. Cendekiawan yang Utuh: Agamis dan Nasionalis
Integrasi ini menghasilkan lulusan yang memiliki identitas yang utuh:
- Kuat Iman: Berlandaskan Syarak Bersendi Kitabullah.
- Kokoh Adat: Menjunjung tinggi Adat Bersendi Syarak.
- Cinta Tanah Air: Menjadi bagian aktif dalam pembangunan Pekanbaru dan Riau dengan menjunjung tinggi nilai-nilai lokal.
STAI Al-Azhar Pekanbaru mencetak sarjana yang bangga akan identitas keislaman dan kebudayaan Melayu mereka, siap menjadi pemimpin yang cerdas, berakhlak, dan berakar kuat di bumi Lancang Kuning.

Leave a Reply