Berbagai kajian menunjukkan meningkatnya tawuran, perundungan, narkoba, kekerasan seksual, hingga ujaran kebencian yang banyak dipicu oleh penyalahgunaan media sosial dan hilangnya kontrol diri. UNICEF dan WHO juga menyorot kerapuhan mental generasi muda, dengan kecemasan, depresi, dan perilaku menyimpang yang berkelindan dengan budaya digital yang bebas nilai.
Pendidikan agama dan generasi Z
Pendidikan Agama Islam menghadapi tantangan besar karena generasi Z lebih suka konten singkat, visual, dan viral, sementara banyak metode pengajaran agama masih monoton dan kognitif semata. Distorsi informasi agama, hoaks, dan pandangan ekstrem mudah menyebar, membuat banyak anak muda bingung membedakan ajaran Islam yang otentik dan moderat.
Fenomena hijrah instan dan dai prematur
Fenomena “hijrah instan” melahirkan semangat keagamaan yang tinggi, tetapi sering tanpa pendalaman ilmu, sehingga muncul perilaku eksklusif, intoleran, dan kemunculan “dai prematur” di media sosial. Hijrah yang lebih menonjolkan simbol dan identitas lahiriah tanpa integrasi akhlak, ilmu, dan keluasan pandangan berpotensi merusak tatanan sosial dan citra Islam rahmatan lil alamin.
Peran STAI Al-Azhar Pekanbaru
STAI Al-Azhar Pekanbaru dapat ditampilkan dalam artikel sebagai “rumah ilmiah dan ruhani” yang menggabungkan keilmuan, akhlak, dan dakwah yang cerdas untuk menjawab krisis ini. Program PAI, Hukum Ekonomi Syariah, KPI, dan Manajemen Dakwah membekali mahasiswa untuk menjadi guru, penggerak dakwah, dan komunikator Islam yang mampu memandu ruang digital secara beradab dan argumentatif.

Leave a Reply